Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia x. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia x. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

cara membaca cepat


Membaca cepat adalah kecakapan membaca dan memahami teks dalam tingkatan tinggi.
Rata-rata orang dengan pendidikan setingkat sekolah tinggi membaca sekitar 300 kata per menit, berarti bahan itu tidaklah bersifat teknis. Di sisi lain, pembaca cepat dapat membaca lebih dari 1000 kata per menit.
Pengukuran membaca cepat baru sangat berarti bila digabungkan dengan informasi seberapa tinggi pemahaman teks itu oleh pembacanya. Diketahui bahwa orang dengan kemampuan membaca cepat yang lebih tinggi juga memiliki pemahaman yang lebih tinggi. Malahan yang mengejutkan, seseorang biasanya memperbaiki pemahamannya seiring dengan kemampuan membaca cepatnya.

Paragraf Induktif Dan Defiktif

Paragraf Induktif : Merupakan sebuah paragraf dimana kalimat utama berada di akhir paragraf.
Paragraf Deduktif : Merupakan sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf.
Berikut contoh paragraf Induktif dan Deduktif.
Paragraf Induktif:
Jangan pernah mematikan komputer langsung dari stop kontak, stabilizer apalagi mencabut langsung kabel power komputer anda, karena kebiasaan tadi bisa merusak komputer baik dari

PENGERTIAN PUISI

Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit, samar dengan makna yang tersirat di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.
William Wordsworth (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.
Percy Byssche Shelly (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa

Majas

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan.

1. Gaya bahasa perbandingan
A. Majas Metafora
Majas metafora adalah gabungan dua hal yang berbeda membentuk suatu pengertian yang baru. Contoh : raja siang, kambing hitam, dll.
B. Majas Alegori
Majas alegori adalah cerita yang digunakan sebagai lambang yang digunakan untuk pendidikan. Contoh : anjing dan kucing, kelinci dan kura-kura, dsb
C. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat banda mati seolah-olah hidup

Selasa, 19 April 2011

Membaca Cepat 250 kata/ menit

Membaca Cepat 250 kata/ menitKalian semua tentu sudah sering membaca Namun, sudah benarkah cara membaca yang kamu lakukan? Seringkali, seseorang membaca, namun tidak mampu memahami isis teks yang dibaca. Hal itu disebabkan mereka melakukan kebiasaan yang salah ketika membaca.

Contoh kebiasaan salah saat membaca :
1 Menggerakan bibirnya ketika didalam diam(membaca dalam hati)

2 Menyuarakan setiap kata
3 Tidak berkonsentrasi pada saat membaca

Hal yang terpenting pada saat membaca adalah konsentarasi.. Usahakan untuk menciptakan suasana membaca yang menyenangkan. Suasana membaca yang menenangkan adalah suasana yang tenang.
Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat membaca adalah pemahaman terhadap isi. Jika saat membaca menemukan istilah “asing”, sebaiknya kamu jangan berhenti membaca. Teruskan membaca, tafsirkan makna kata “asing” berdasarkan konteks kalimat. Hindari pula kebiasaan menunjuk kata yang kamu baca atau membaca kata per kata dengan diikuti gerakan kepala (dari kiri kekanan). Sesungguhnya, yang digerakkan saat membaca adalah bola mata, bukan kepala. Oleh karena itu, teruslah melatih gerakan bola mata dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah secara berulang-ulang.
Membaca skimming adalah teknik membaca cepat untuk mengetahui gambaran eseluruhan sesuatu bahan bacaan. Hal yang diutamakan pada kegiatan membaca cepat bukan sekedar kecepatannya, melainkan informasi yang ingin didapat.

Kecepatan setiap orang dalam membaca tidak selalu sama. Ada yang memiliki kecepatan 100-150 kpm (kata per menit), ada yang 150-200 kpm, dan ada yang diatasnya. Berdasarkan Pengamatan dalam berbagai pelatihan, keterampilan dan kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa (yang belum pernah latihan keterampilan membaca) 175-300 kpm. Setelah mengikuti latihan keterampilan membaca, kecepatan itu biasanya meningkat.
Rumus Untuk Menghitung kecepatan efektif membaca adalah
KM – KB : {(SM : 60) x (PI : 1000)} kpm
KM : Kecepatan membaca (kadang juga disebut kecepatan efektif membaca (KEM)
KB : Jumlah kata dalam wacana
SM : Waktu yang diperlukan untuk membaca (dalam hitungan detik)
PI : Skor pemahaman isi
Kpm : Kata per menit

Jumlah kata dalam wancana adalah 600, salah seorang siswa membaca dalam waktu 2 menit 30 detik. Skor pemahaman jawaban pertanyaan di atas membaca dalam waktu 2 menit 30 detik. Skor pemahaman jawaban pertanyaan diatas, dia mendapat skor 80. kemapuan membaca siswa itu dapat dihitung seperti berikut :
KM = KB : {SM : 60) x ( PI : 100)} kpm
KM = 600 : {(150 : 60) x ( 80 : 100)} kpm
= 600 : {2,5 x 0,8} kpm
= 600 : 2 kpm
= 300 kpm
Rata-rata kemampuan membaca siswa sesuai kurikulum adalah 250 kpm. Dengan demikian, skor kecepatan membaca siswa diatas rata-rata.