Rabu, 23 Maret 2011

NOTULEN

Membuat Notulen Rapat

Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (618), notulen atau notula bermakna catatan singkat mengenai jalannya persidangan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Jadi, notulen adalah sebuah ringkasan tentang hasil pembicaraan dalam rapat yang bersifat ringkas, padat, sistematis, dan secara menyeluruh.
Notulen selalu memiliki keterkaitan dengan notulis. Notulis merupakan orang yang bertugas untuk membuat notulen. Untuk menghasilkan notulen yang baik seperti ciri-ciri di atas, maka dibutuhkan seorang notulis yang baik pula. Notulis hendaknya memiliki keterampilan menyimak dan menulis sehingga mampu menangkap seluruh isi pokok pembicaraan dan menuliskannya dalam notulen secara sistematis.
Fungsi
Notulen memiliki beberapa fungsi yang vital terhadap kegiatan rapat tersebut, antara lain:
• Sebagai bukti telah diadakannya suatu rapat.
• Sebagai manometer atau ukuran kesuksesan rapat. Apakah semua tujuan rapat yang tertuang dalam notula

LAJU REAKSI


LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
       I.            Judul Percobaan
Pengaruh Luas Permukaan Zat Terhadap Laju Reaksi.

    II.            Tanggal Dan Tempat Praktikum
Praktikum I                 : 13 November 2010
Praktikum II                : 15 November 2010
Tempat                        : Laboraturium Kimia SMAN 01 Unggulan Kamanre

 III.            Praktikan
Kelompok 2
1.      Prima Agug Palupi
2.      Agung Anjasmara
3.      Tryadi Ramlan
4.      Mahfud Hasan
5.      Nurul Muhlisa
6.      Asizah Muslimin

 IV.            Tujuan Percobaan
Ø  Menganalisis pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi.
Ø  Siswa dapat mengetahui pengaruh luas permukaan zat terhadap laju reaksi.

Minggu, 20 Maret 2011

SEJARAH PEMBERONTAKAN DI INDONESIA

Kesenjangan Pusat dan Daerah
BERBAGAI pergolakan atau pemberontakan yang terjadi di negara Republik Indonesia pada umumnya terjadi karena ketidakpuasan pada pemerintah pusat. Ada kesenjangan antara pusat dan daerah yang cukup mencolok.
Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) misalnya. Semula, gerakan itu tidak tampak berniat ingin menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi, pemberontakan itu akhirnya dikenal sebagai “gerakan anti-Jawa”, karena kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa dianggap semakin besar.
Sejak kemerdekaan diproklamasikan 1945, beberapa gerakan atau pemberontakan demi memisahkan diri dari negara kesatuan, terjadi di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Indonesia Bagian Timur.
Aceh
Gerakan di Aceh diawali oleh kekecewaan dan keresahan. Setelah likuidasi Republik Indonesia Serikat (RIS) pada Agustus 1950, daerah itu begitu saja dimasukkan ke dalam Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, mantan Gubernur Militer, Teuku Daud Beureueh, yang sangat berpengaruh di Aceh, tidak diberi jabatan berarti. Tampaknya, pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat kurang didasari kepekaan terhadap perasaan

PENULISAN KARYA ILMIAH

1. Karya Ilmiah
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh
seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis
karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium ,
artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam
karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam
melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

ASAM DAN BASA

hubungan internasional


Hubungan internasional


Hubungan Internasional, adalah cabang dari ilmu politik, merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional, termasuk peran negara-negara, organisasi-organisasi antarpemerintah, organisasi-organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat, dan perusahaan-perusahaan multinasional.[1].Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu.[2].